Print
Category: Fisika Nautika Teknika
Hits: 22733

Gambaran umum dari sebuah sistem kelistrikan kapal menyajikan dan mendiskripsikan bermacam-macam tipe diagram rangkaian. Perhitungan kelistrikan, tindakan pencegahan untuk keselamatan, diagram rangkaian dan metode testing diuraikan bersama-sama dengan deskripsi perawatan listrik umum dan teknik pencarian kerusakan.

 

Layanan Tambahan/Bantu pada kisaran kapal dari pompa ruang mesin, kompresor dan kipas angin, deck derek dan mesin kerek, untuk penerangan umum, katering dan AC. Daya Listrik digunakan untuk menjalankan kebanyakan dari Layaran Bantu (Auxiliary Services) ini. Sistem daya listrik dalam kapal didesain untuk menyediakan suplai listrik yang aman untuk semua beban dengan proteksi yang memadai untuk peralatan dan pengoperasian personil. Secara umum skema sistem daya listrik kapal umumnya hampir sama.

Generator utama AC (kadang disebut Alternator) menghasilkan daya listrik. Daya listrik ini disalurkan ke dalam main switchboard dan kemudian didistribusikan ke bermacam-macam layanan tambahan yang terdiri dari beban listrik. Sebuah emergency generator dan emergency switchboard menjaga pasokan dalam hal terjadi kegagalan daya utama.

 

Bandingkan general layout dalam gambar diatas dengan sistem dalam kapal anda. Catat kesamaan dan perbedaannya, semua sistem kapal berbeda dalam beberapa hal.

Generator dijalankan oleh mesin diesel, oleh turbin uap atau oleh mesin penggerak utama (main propulsion engine) dengan shaft generator.

Jenis penggerak utama ditentukan oleh desain kapal dan oleh faktor-faktor ekonomi.

 

Gabungan power rating dari generator ditentukan oleh keseluruhan kebutuhan beban listrik kapal. Kapal penumpang besar biasanya memiliki empat generator besar 10 MW atau lebih untuk memasok penggerak listrik

motor dan layanan hotel yang ekstensif di atas kapal. Sebuah kapal kargo mungkin memiliki dua generator utama biasanya bernilai dari 350 kW sampai 1000 kW yang cukup untuk memasok organisasi pelengkap ruang mesin saat di laut dan derek atau crane untuk menangani kargo saat di pelabuhan.

 

Beban terbatas diperlukan dalam keadaan emergency mensyaratkan bahwa sebuah emergency generator harus bernilai sekitar 10 kW untuk kapal kecil dan sekitar 300 kW atau lebih untuk kapal cargo. Pembuat kapal harus memperkirakan jumlah dan nilai daya generator dengan memperhitungkan kebutuhan daya dari beban untuk semua situasi baik di laut ataupun di pelabuhan.

 

Daya listrik pada kapal umumnya 440 V, 60 Hz (kadang 380 v, 50 Hz). Kapal dengan kebutuhan daya listrik sangat besar akan membutuhkan generator yang beroperasi pada tegangan tinggi (3.3 kV, 6.6 kV atau 11 kV) untuk membatasi ukuran arus beban normal dan prospective fault current.

 

Berdasarkan British Standard (BS) dan International Electrotechnical Commission (IEC) definisi tegangan rendah adalah 50 V a.c. sampai 1000 V a.c.

 

Pencahayaan (lampu) dan peralatan pendukung daya rendah lain biasanya beroperasi pada 110 V atau 220 V, Transformator AC single-phase digunakan untuk mengurangi tegangan 440 V ke tingkat tegangan yang lebih rendah.

 

Peralatan portable yang digunakan dalam keadaan bahaya, panas dan lokasi lembab, disarankan untuk beroperasi pada tegangan 55 V atau bahkan 24 V yang dihasilkan oleh transformator step-down. Kadang-kadang transformator digunakan untuk menaikkan tegangan, misalnya menyuplai tegangan besar 3.3 kV untuk motor pendorong bow dari tegangan 440 V suplai switchboard.

 

Baterai untuk berbagai layanan penting beroperasi pada pada tegangan 12 V atau 24 V d.c. tetapi kadang tegangan lebih tinggi digunakan jika beban tersebut memerlukan suplai daya yang lebih besar.