Kopel adalah pasangan dua gaya yang besarnya sama namun arahnya berlawanan bekerja pada sebuah benda dengan syarat bahwa garis aksi kedua gaya tidak pada satu garis lurus.

 

 

 

 

 

Gambar 1.22 Kopel

 

 

 

Efek ketika kopel bekerja pada benda tegar adalah benda akan berotasi tanpa berpindah pada sumbunya. Jarak tegak lurus antara garis aksi dari dua gaya pembentuk kopel disebut lengan kopel. Kemudian pada gambar 1.22 dua gaya yang besarnya sama P dan Q bekerja pada titik A dan B dalam arah berlawanan membentuk kopel dengan AB sebagai lengan kopel.

 

 

 

Momen dari sebuah kopel atau sering disebut torque sama dengan perkalian salah satu gaya pembentuk kopel dengan lengan kopel.

 

 

 

Berikut adalah contoh-contoh kopel dalam kehidupan sehari-hari

 

1.     Pembuka dan penutup keran air. Dua gaya pembentuk kopel seperti ditunjukkan pada gambar 1.23

 

2.     Pemutar tutup pen

 

3.     Membuka tutup botol

 

4.     Pembuka mur baut

 

5.     Stir mobil (seperti ditunjukkan pada gambar 1.24)

 

 

 

Sifat Kopel

 

1.    Penjumlahan aljabar momen-momen gaya pembentuk kopel terhadap titik manapun pada bidang yang sama selalu tetap.

 

Perhatikan dua gaya sejajar dan berlawanan arah dengan besar P masing-masing membentuk kopel P × AB dimana titik A dan B adalah titik dimana gaya P dan P bekerja.

 

Perdasarkan gambar 1.25 (a)

 

 

Momen gaya terhadap O = P × OB - P × OA

 

  = P(OB - OA)

 

  = P × AB

 

 

 

Berdasarkan gambar 1.25 (b)

 

Momen gaya terhadap O = P × OB + P × OA

 

  = P(OB + OA)

 

  = P × AB

 

 

 

Berdasarkan Gambar 1.25 (c)

 

Momen gaya terhadap O = P × OA - P × OB

 

  = P(OA - OB)

 

  = P × AB

 

 

 

Pada semua dari ketiga kasus, kita temukan bahwa jumlah momen pada masing-masing kasus tidak tergantung pada letak titik O, dan hanya tergantung pada konstanta lengan kopel, sehingga “jumlah aljabar momen gaya pembentuk kopel terhadap titik manapun pada bidang yang sama adalah tetap”.

 

 

 

2.    Setiap ada dua kopel yang momen dan arahnya sama, pada bidang yang sama efek-efek mereka adalah ekuivalen. (Any two couples of equal moments and sense, in the same plane are equivalent in their effect).

 

3.    Dua kopel bekerja pada sebuah tempat di atas benda tegar yang mana momen-momennya sama tetapi arahnya berlawanan, setimbang satu sama lain. (Two couple acting in one place upon a rigid body whose moments are equal but opposite in sense, balance each other).

 

4.    Sebuah gaya bekerja pada benda tegar dapat diganti dengan gaya yang sama seperti gaya yang bekerja pada titik lain dan sebuah kopel yang mana momennya sama dengan momen gaya terhadap titik dimana gaya yang sama bekerja. (A force acting on a rigid body can be replaced by an equal like force acting at any other point and a couple whose moment equals the moment of the force about the point where the equal like force is acting).

 

5.    Beberapa kopel sebidang adalah ekuivalen dengan sebuah kopel single yang momennya sama terhadap jumlah aljabar momen-momen dari setiap kopel. (Any number of coplanar couples are equivalent to a single couple whose moment is equal to the algebraic sum of the moments of the individual couples).

 

 

 

 

Comments powered by CComment