Dalam bekerja tentu saja kita akan menemui bermacam-macam hal yang kadang membuat kita senang bahagia, kadang juga kecewa, sedih, tertekan dengan beban pekerjaan yang tidak pernah ada habisnya. Namun dalam kondisi apapun kita harus selalu mengutamakan good attitude kita, harus selalu memperlakukan orang lain dengan baik, membuat orang lain yang menerima layanan kita mendapatkan kesan yang terbaik.

Nah bagaimana cara kita untuk mengatur mood kita supaya bisa selalu memberikan pelayanan prima:

1. Luruskan niat

yang pertama aadalah kita selalu berusaha mengingat niat kita dalam bekerja yang paling utama adalah mewujudkan penghambaan kita kepada Allah melalui bekerja, mengharap ridho Allah, mencari rizki halal untuk keluarga kita, sehingga nantinya kita akan mendapatkan kebaikan dari sisi Allah SWT.

Ingat:

 

KERJA KITA = IBADAH KITA

 

2. Semua masalah akan selalu ada penyelesaiannya

3. Sikap negatif kita tidak akan menyelesaikan masalah, namun malah sebaliknya.

 

4. Ingatlah untuk selalu menanam kebaikan.

 

5. Semua adalah proses untuk mematangkan pribadi kita, semakin banyak persoalan yang kita hadapi itu akan menguatkan kita, membentuk pribadi kita.

 

sekian, mudah2an bermanfaat.

Wassalamualaikum WR WB

adib-hasan.com


 

Siapakah manusia yg paling baik?

ternyata bukan yg paling cerdas,

bukan pula yang paling kaya,

bukan yang paling berilmu,

bukan yg paling khusyuk,

apalagi yang paling berkuasa.

 

Ternyata sebaik-baiknya manusia ukurannya adalah manfaatnya bagi sesama.

sebagaimana hadis riwayat Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni:

 

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia

 

Ya Allah jadikanlah kami orang yang bisa bermanfaat untuk sesama.

 

- Muhamad Adib Hasan - 


 

Semua pengajar tentunya ingin menjadi ahli dan profesional di bidangnya. Tentunya bukan penguasaan materi saja yang diperlukan untuk menjadi Pengajar yang baik dan menarik. Diperlukan kemampuan presentasi, penguasaan kelas, kepercayaan diri, attitude yang menarik, kemampuan memahami keruntutan materi dan kemampuan menyampaikan materi secara runtut dan mudah difahami. Berikut beberapa tips untuk menjadi pengajar yang berkesan dan ditunggu kehadirannya oleh mahasiswa:

1. Tersenyum dan bersahabat

Selalu tersenyum dab bersahabat saat mengajar akan membuat atmosfir ruang perkuliahan menjadi fresh, semua hati akan terbuka sehingga penyampaian materi akan mudah diterima. Timbal balik akan berjalan dengan baik dan tidak akan ada kekakuan di kelas. 

 

2. Kuasai materi dan sajikan dengan runtut dan diulang-ulang

 

Penguasaan materi tentulah penting. Malam sebelum perkuliahan sempatkan membaca materi kemudian buat bagan/peta urutan materi untuk memahami kerangka materi.

Sampaikan materi pelan2, urut dan lakukan pengulangan untuk mengakomodir siswa yang belum paham.

 

3. Sampaikan Joke/Candaan

Koleksi candaan /joke yang yang lucu. Sampaikan disela-sela perkuliahan untuk menghilangkan kejenuhan dan mengembalikan konsentrasi.

Proses pembelajaran merupakan waktu yang sangat penting bagi seorang dosen / instruktur / guru untuk menyampaikan materi secara langsung kepada peserta didik. Saat itulah kesempatan bagi siswa untuk memperoleh/ menggali pelajaran dengan cepat tanpa harus membaca. Tentunya memperoleh informasi dengan penjelasan langsung akan lebih mudah dibandingkan dengan membaca kalimat buku yang panjang-panjang. Apalagi kalau penjelasan disertai dengan alat bantu visual yang baik, tentunya siswa akan mudah menerima pelajaran.

Namun masalah yang sering dijumpai dalam pembelajaran terutama pada sekolah dengan sistem asrama / semi militer (sekolah kedinasan misalnya) adalah taruna / siswa ngantuk di kelas. Penyebabnya adalah padatnya kegiatan yang harus dijalani taruna / siswa serta waktu istirahat yang terbatas. Kadang ada taruna yang waktunya istirahat namun tidak menggunakan waktu istirahatnya dengan baik. Beberapa kurang tidur karena ada tugas jaga yang merupakan simulasi kehidupan diatas kapal. Akhirnya saat pembelajaran mereka ngantuk.

 Lalu bagaimana kita menyikapi kondisi ini. Pengalaman penulis sebagai pengajar di sekolah kedinasan ada beberapa strategi untuk mengatasi taruna / siswa ngantuk, berikut ringkasannya:

1.       Beri pertanyaan pada teman disamping Siswa/Taruna yang ngantuk. Cara ini adalah yang paling halus, karena kita tidak akan menyinggung siswa yang ngantuk. Karena teman disampingnya dipanggil otomatis Siswa tersebut akan memperhatikan. Namun cara ini hanya efektif saat tingkat kengantukan Siswa belum terlalu ngantuk. Cara ini kurang berhasil untuk siswa kedinasan, mungkin efektif untuk siswa sekolah umum.

2.       Beri pertanyaan pada Siswa yang Bersangkutan. Cara ini cukup efektif untuk sekolah kedinasan. Begitu diberi pertanyaan maka dia akan merespon, otaknya berfikir untuk menjawab pertanyaan sehingga ngantuknya hilang. Meskipun mungkin butuh waktu untuk memulihkan konsentrasi Siswa tersebut.

3.       Menyuruh untuk mencuci muka. Siswa yang ngantuk diminta mencuci muka di kamar belakang, supaya muka segar dan diharapkan mengantuk hilang.

4.       Menyuruh untuk berdiri selama mengikuti pelajaran. Pengalaman penulis cara ini cukup efektif karena tidak mungkin bisa tidur saat berdiri. Namun cara ini bisa menyinggung perasaan siswa yang bersangkutan. Namun untuk sekolah kedinasan saya rasa ini pilihan terakhir untuk mengatasi siswa ngantuk saat pembelajaran.

Demikian share pengalaman dari penulis. Semoga bermanfaat. Jika ada masukan bisa disampaikan lewat kotak saran. Terimakasih. Salam

 

 

Polimarin, 20 April 2017

Tulisan ini merupakan refleksi diri saya. Saya percaya sepenuhnya bahwa alam semesta ini ada karena penciptaan oleh sang Pencipta, bukan muncul spontan tanpa sebab. Saya yakin sepenuhnya bahwa matahari bulan dan planet berputar dalam keteraturan presisi tinggi karena ada dzat yang senantiasa mengaturnya. Saya percaya bahwa makhluk tercipta karena diciptakan bukan karena ketidak sengajaan. Saya yakin 100% elektron berputar mengelilingi Inti atom karena Allah menghendakinya. Saya percaya semuanya adalah atas kekuasaan Allah.

Tapi saya tidak tahu dengan diri saya, hati yang gelisah, hati yang terlalu gelisah mencintai dunia: mencintai anak, mencintai istri, mencintai orang tua, mencintai saudara. Hati yang gelisah saat saudara belum berhasil, gelisah saat belum bisa bahagiakan orang tua, belum bisa menjadi yang terbaik bagi istri, merasa belum bisa berikan yang terbaik untuk anak, sedih belum bisa bermanfaat bagi tetangga/lingkungan. Seharusnya saya tidak boleh gelisah karena itu semua, harusnya gelisah itu saat jauh dari sang pencipta saja.

Saat adzan berkumandang berat badan untuk bangkit melangkah ke masjid. Saat sholat terbayang pekerjaan. Setiap hari hanya memikirkan kesenangan sendiri. Bekerja kurang semangat (padahal kerja itu ibadah). 

Apakah saya perlu menyalahkan Syeitan yang katanya membisiki jiwa saya, menjauhkan dari kebaikan? Tapi bukankah syeitan itu memang diciptakan untuk menguji manusia, yang kata Dr Zakir Naik siapa yang mampu menghadapi ujian dengan baik akan menjadi mahluk superior di akhirat kelak. 

Ya Allah Tuhanku, Engkaulah yang membolakbalikkan hati. Doaku padamu teguhkanlah hati kami untuk selalu dekat denganMu, bijaksanakanlah hamba dalam menghadapi ujianmu (dunia) ini. Kuatkan imanku, ibadahku, kekuatan menjauhi laranganmu.

Amiin

 

Mendoh, 17 April 2017