Proses pembelajaran merupakan waktu yang sangat penting bagi seorang dosen / instruktur / guru untuk menyampaikan materi secara langsung kepada peserta didik. Saat itulah kesempatan bagi siswa untuk memperoleh/ menggali pelajaran dengan cepat tanpa harus membaca. Tentunya memperoleh informasi dengan penjelasan langsung akan lebih mudah dibandingkan dengan membaca kalimat buku yang panjang-panjang. Apalagi kalau penjelasan disertai dengan alat bantu visual yang baik, tentunya siswa akan mudah menerima pelajaran.

Namun masalah yang sering dijumpai dalam pembelajaran terutama pada sekolah dengan sistem asrama / semi militer (sekolah kedinasan misalnya) adalah taruna / siswa ngantuk di kelas. Penyebabnya adalah padatnya kegiatan yang harus dijalani taruna / siswa serta waktu istirahat yang terbatas. Kadang ada taruna yang waktunya istirahat namun tidak menggunakan waktu istirahatnya dengan baik. Beberapa kurang tidur karena ada tugas jaga yang merupakan simulasi kehidupan diatas kapal. Akhirnya saat pembelajaran mereka ngantuk.

 Lalu bagaimana kita menyikapi kondisi ini. Pengalaman penulis sebagai pengajar di sekolah kedinasan ada beberapa strategi untuk mengatasi taruna / siswa ngantuk, berikut ringkasannya:

1.       Beri pertanyaan pada teman disamping Siswa/Taruna yang ngantuk. Cara ini adalah yang paling halus, karena kita tidak akan menyinggung siswa yang ngantuk. Karena teman disampingnya dipanggil otomatis Siswa tersebut akan memperhatikan. Namun cara ini hanya efektif saat tingkat kengantukan Siswa belum terlalu ngantuk. Cara ini kurang berhasil untuk siswa kedinasan, mungkin efektif untuk siswa sekolah umum.

2.       Beri pertanyaan pada Siswa yang Bersangkutan. Cara ini cukup efektif untuk sekolah kedinasan. Begitu diberi pertanyaan maka dia akan merespon, otaknya berfikir untuk menjawab pertanyaan sehingga ngantuknya hilang. Meskipun mungkin butuh waktu untuk memulihkan konsentrasi Siswa tersebut.

3.       Menyuruh untuk mencuci muka. Siswa yang ngantuk diminta mencuci muka di kamar belakang, supaya muka segar dan diharapkan mengantuk hilang.

4.       Menyuruh untuk berdiri selama mengikuti pelajaran. Pengalaman penulis cara ini cukup efektif karena tidak mungkin bisa tidur saat berdiri. Namun cara ini bisa menyinggung perasaan siswa yang bersangkutan. Namun untuk sekolah kedinasan saya rasa ini pilihan terakhir untuk mengatasi siswa ngantuk saat pembelajaran.

Demikian share pengalaman dari penulis. Semoga bermanfaat. Jika ada masukan bisa disampaikan lewat kotak saran. Terimakasih. Salam

 

 

Polimarin, 20 April 2017