Pernahkah anda merasa segala usaha yang telah dilakukan terasa sia-sia dan tidak ada hasil. Segala upaya sudah dicoba tapi tidak jua membuahkan hasil. Sabar, kita hanya diminta menunggu. Allah Maha Melihat, Allah Maha Bijaksana, Allah Maha Pengasih, Allah Maha Penyayang. Allah tidak akan membiarkan hambanya yang gigih berikhtiar, Allah tidak akan menyiakan ikhtiar hambanya. Perdekat jarakmu dari Allah.Pasrahkan segalanya sama Allah.

Di era digital saat ini setiap orang ingin praktis dalam segala urusan. Semua transaksi bisa melalui handphone. Transfer dana, bayar pulsa, bayar sekolah, bayar air, termasuk beli pulsa listrik. Saya biasa membeli pulsa listrik pakai mandiri mobile. Namun ternyata aplikasi mandiri mobile ini belum sempurna. Beberapa kali transaksi berhasil namun token/ kode stroom tidak dikirim/muncul di inbox. bingunglah saya. Saya coba telfon mandiri call namun tidak terpecahkan. suruh nunggu, banyak konfirmasi (sampai habis pulsa token blm dapat). Saya merasa penting dan wajib membagi informasi ini karena pasti banyak yang telah mengalami seperti yang saya alami ini.

Ternyata solusinya adalah telfon ke call center PLN (Jk melalui No Lokal langsung sj tekan 123 & Jk pakai HP No GSM ditambah Kode Area lalu 123 (cth dari salatiga : 0298 123). Nanti petugasnya akan menanyakan nomor Pelanggan PLN dan kapan token dibeli. Nanti akan dibacakan kode stroomnya sama Petugas Call Center PLN. Masalah terpecahkan dan kita tinggal memasukkan kode Stroom ke meteran.

Demikian share dari saya, semoga bermanfaat. Amin. Terima kasih, Salam

Voli. Olah raga yang menggunakan bola dengan tim berjumlah 6 pemain ini telah mengisi hati saya. Sampai saya tergila-gila dan kadang sampai membuat istri saya cemburu. Karena membuat sebagian waktu libur tersita untuk voli. Hehe

Ya, saya mengalokasikan sore hari sabtu dan minggu saya untuk menyalurkan hobi saya ini. Jam 4- 6 saya selalu usahakan bisa main voli. Terkadang saya habiskan hari minggu saya untuk ikut turnamen tarkam (antar kampung).

Armendo adalah tim tempat saya bermain voli. Berlokasi disebuah dusun kecil bernama Mendoh. Armendo sendiri kepanjangan dari Arek arek mendoh. Lapangan sederhana beralaskan tanah. Dibawah rimbunnya pohon bambu yang membuatnya selalu teduh meski matahari sedang terik. Tempat yang hanya ada tawa, karena ketika voli yang ada hanya tawa dan bahagia. Waktu ada yang nyemes nggadol, passing mplentar, nyemes Njeduk, apalagi saat ada yang kena kepala pasti heboh semua.

Ada juga saatnya sedih saat hari sabtu atau minggu menunggu seharian begitu sore malah hujan. Gelo rasanya gk bisa voli karena lapangan becek.

Menjadi guru, adalah jawaban yang keluar dari diri saya saat guru smp kelas 2 saya waktu itu Bapak John menanyakan cita2 saya. Entah kenapa waktu itu saya menjawab seperti itu. Seingat saya spontan saja tanpa alasan menyatakan ingin menjadi guru. Memandang ibu saya yang adalah seorang guru agama Sekolah Dasar. Gajinya pas2an, hanya cukup untuk mencukupi pola hidup sederhana dan pas2an. Karena waktu itu gaji PNS masih kecil dan guru belum dapat Tunjangan Sertifikasi. Kalau sekarang seagian guru cenderung lebih sejahtera karena gaji PNS lumayan ditambah tunjangan sertifikasi. Profesi guru pun menjadi primadona bagi sebagian kalangan.

Setelah saya lulus SMA sebenarnya saya telah melupakan cita2 saya menjadi seorang guru, saya malah mengambil jurusan teknik kimia dan fisika murni saat mendaftar SPMB, yang akhirnya saya diterima di jurusan Fisika. Jurusan fisika waktu itu pikir saya arahnya jadi ilmuwan, peneliti dan teknisi mungkin. Namun setelah lulus S1 Fisika saya kesulitan cari pekerjaan dan akhirnya menekuni profesi guru. Waktu itu saya mengajar di Primagama dan Madrasah Tsanawiyah.

Di Primagama saya merasa benar2 berkembang karena dituntut untuk bisa menguasai materi saat mengajar di depan. Maklum siswanya bayar mahal jadi kita juga harus tampil maksimal. Di MTs juga saya belajar banyak hal tentang bagaimana mendidik anak-anak. Belajar juga tentang bagaimana berinteraksi dengan guru2 yang lain.

Sampai akhirnya saya diterima sebagai Instruktur (guru juga) di Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran Tangerang. Disana saya belajar banyak hal. Bagaimana mengembangkan materi ajar yg mengarah pada bidang pelayaran, bagaimana menghadapi taruna yang mengantuk dikelas dan kurang minat terhadap mata pelajaran fisika.

Menjadi guru itu adalah hasrat, jiwa, cinta.

Semarang, 1 oktober 2016.

 

Terimakasih saya ucapkan kepada segenap Keluarga Besar Polimarin terutama Ibu Direktur Dr. Sri Tutie Rahayu, M.Si karena telah menerima saya menjadi bagian dari keluarga ini. Terima kasih Bu Siwi, Pak Aryo, Pak Anis, Pak Oscar, dan semuanya. Semoga saya bisa berkontribusi baik bagi institusi ini.